PENJAS'14 UNS

Materi Kuliah | Tips Mahasiswa | Tutorial Olahraga Kesehatan dan Kuliah | Pendidikan Olahraga | All About PENJAS

Friday, 20 March 2015

Materi Kuliah Kesehatan Olahraga

5 comments :
[www.penjas14uns.co.vu]-materi kuliah-kesehatan-olahraga
Kesehatan merupakan dasar yang sangat diperlukan bagi keberhasilan melaksanakan pekerjaan. Oleh karena itu perlu ada pembinaan dan pemeliharaan kesehatan. Pembinaan kesehatan meliputi pembinaan  kesehatan jasmani, kesehatan rohani dan kesehatan sosial, yang merupakan sehat paripurna sesuai dengan konsep sehat WHO. Dalam masalah kegiatan  jasmani, manusia dalam hidupnya selalu dalam keadaan silih berganti antara istirahat dan bergerak, maka  sehatpun dapat dibedakan antara sehat dalam keadaan istirahat (sehat statis)  dan sehat  dalam keadaan bergerak (sehat dinamis). Sehat dinamis (sehat dalam kondisi aktif/  dinamis) inilah yang sangat perlu dibina dan dipelihara oleh karena orang yang sehat dinamis, pasti sehat statis (sehat dalam kondisi statis/istirahat), tetapi tidak pasti sebaliknya. Olahraga Kesehatan hakekatnya meningkatkan derajat sehat dinamis yang adalah wujud dari kebugaran jasmani.

SEHAT DAN KESEHATAN

Sehat adalah nikmat karunia Allah yang menjadi dasar bagi segala nikmat dan kemampuan.  Nikmatnya makan, minum, tidur, serta kemampuan bergerak, bekerja dan berfikir, akan berkurang atau bahkan hilang dengan terganggunya kesehatan kita.  Demikianlah memang  kita harus senantiasa mensyukuri nikmat sehat karunia Allah ini dengan memelihara dan bahkan meningkatkannya  melalui berbagai upaya, di antaranya yang terpenting, termurah dan fisiologis adalah melalui Olahraga. 

Bahasan mengenai kesehatan ialah  bahasan tentang  segala permasalahan mengenai faktor manusia  yang  secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas  sehat seseorang. Oleh karena itu lebih dahulu perlu dimengerti apakah sehat itu. Departemen Kesehatan dengan bersumber pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa:
Sehat adalah  sejahtera  jasmani, rohani dan sosial, bukan hanya bebas  dari penyakit, cacat ataupun kelemahan.


Secara skema hal tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

SEHAT  =   SEJAHTERA  +  BEBAS
- jasmani    - penyakit
- rohani    - cacat
- sosial        - kelemahan

Keadaan sehat sebagaimana yang dikemukakan di atas adalah keadaan sehat  yang paripurna dan  sempurna,  yaitu  sehat ideal atau sehat yang diidam-idamkan. Akan tetapi adakah orang yang memiliki keadaan sehat yang demikian itu ? Keadaan sehat yang demikian itu agaknya sulit dijumpai oleh karena manusia dalam  perjalanan hidupnya senantiasa dihadapkan pada berbagai macam ancaman bahaya.
Ancaman bahaya itu dapat bersifat :
» Biologis   : Berbagai macam penyakit infeksi oleh virus, bakteri dan jamur, serta berbagai macam penyakit infestasi oleh parasit misalnya oleh cacing dan amoeba.
» Kimia    : Berbagai macam penyakit alergi, keracunan obat-obatan, pestisida dan/atau pencemaran lingkungan lainnya.
» Fisika    : Penyakit hyperbaric (peny. Caisson)  yaitu penyakit akibat tekanan  barometer (udara)  tinggi, sering dijumpai pada para Penyelam;  penyakit radiasi  akibat terkena sinar radioaktif atau sinar rontgen secara berlebihan;  kecela-kaan lalulintas dan kecelakaan kerja.
» Mental    : Berbagai rasa tidak puas, kecewa, sakit hati dll.

Ancaman bahaya itu berlangsung sepanjang perjalanan hidup manusia dari sejak kehidupan dalam rahim sampai usia lanjut. Akibat adanya ancaman bahaya tersebut, maka manusia dapat menderita berbagai macam penyakit, cacat maupun kelemahan yang dapat mengenai jasmani, rohani maupun sosial, secara tersendiri maupun bersama-sama, dengan tingkat/derajat yang berbeda-beda dari mulai yang ringan sampai kepada yang berat. Demikianlah akibat adanya ancaman bahaya dalam perjalanan kehidupan ini, maka agaknya jarang atau bahkan mungkin tidak ada orang yang memenuhi batasan sehat WHO yang merupakan sehat sempurna. Kutub lain dari sehat ialah sakit, sehingga sesungguhnya sehat adalah bertingkat-tingkat. Oleh karena itu adalah lebih masuk akal untuk menyebut sehat dalam pengertian derajat sehat. Dengan istilah ini yang dilihat ialah berapa banyak ke-sehat-an dimiliki manusia itu, sehingga dengan demikian maka sesungguhnya semua orang memiliki derajat sehat tertentu. Pemakaian istilah demikian sejalan dengan istilah ke-kaya-an, dimana orang dilihat dari berapa kaya-nya dan bukan dari berapa miskinnya. Demikianlan maka derajat sehat ialah sehat sempurna dikurangi oleh tingkat/derajat sakitnya.

Derajat sehat  = Sehat sempurna – tingkat/derajat sakit

Namun demikian, pengertian derajat sehat yang bersumber  pada batasan sehat WHO belum memberikan gambaran yang jelas bagaimana hubungan sebab akibatnya dengan olahraga dan khususnya bagaimana mekanismenya maka olahraga dapat menyehatkan dan meningkatkan kebugaran jasmani. Untuk keperluan ini perlu kita meninjau  sehat ini dari sudut yang lain yaitu dari sudut Ilmu Faal.

Materi Kuliah selengkapnya bisa diunduh pada laman di bawah :
Materi Kesehatan Olahraga

Sunday, 22 February 2015

Materi Kuliah Perkembangan Peserta Didik

12 comments :

A. Pengertian, Objek dan Metoda Psikologi Perkembangan

1. Pengertian Psikologi Perkembangan

Materi perkembangan peserta didik
Psikologi perkembangan (developmental psychology) kadang-kadang disebut psikologi genetic (genetic psychology). Apakah yang dimaksud dengan psikologi perkembangan ? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya membahas pengertian psikologi terlebih dahulu. Secara etimologis, istilah psikologi (bahasa Indonesia) atau psychology (bahasa Inggris) berasal dari dua kata bahasa Yunani , yaitu  psyche dan logos (Sarlto Wirawan S., 1986 : 1). Psike artinya jiwa dan logos artinya nalar, logika, atau ilmu. Sehingga secara etimologis, psikologi sama dengan ilmu jiwa. Lalu apakah yang dimaksud dengan ilmu jiwa itu ? Banyak pendapat mengenai hal ini diantaranya adalah sebagai berikut.
Knight dan Knight menyatakan :  “Psychology may be dfined as the systematic study of experience and behavior human and animal, normal and abnormal, individual and social” (Bimo Walgito, 2000 : 120).
Sedangkan menurut Woodworth dan Marquis (Bimo Walgito, 2000 : 120),  “Psychology can be defined as the science of activities of the individual. The word ‘activity’ is used here in very broad sense. It includes not only motor activities like walking and speaking, but also cognbitive (knowledge getting) activities like seeing, hearing, remembering and thingking, and emotional activities like laughing and crying, and feeling or sad”.
Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa psiklogi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku atau aktivitas-aktivitas jiwa (khususnya pada manusia), baik itu manusia yang normal maupun yang tidak normal, baik manusia sebagai individu maupun sebagai kelompok, baik itu aktivitas yang bersifat kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan memahami pengertian psikologi maka akan lebih mudah menjelaskan apakah psikologi perkembangan itu.
J.P. Chaplin, menyatakan bahwa psikologi perkembangan :  ”…. That branch of psychology which studies processes of pre and post natal growth and the maturation of behavior” (Syamsu Yusuf, 2004 : 3).
Lebih jelas lagi apa yang dikatakan oleh  Ross Vasta dkk. (Syamsu Yusuf, 2004 : 3). Menurut mereka, “psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari masa konsepsi sampai mati”

2. Objek Psikologi Perkembangan

Objek setiap ilmu dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu  objek material dan  objek formal. Objek material adalah objek yang bersifat umum, dilihat dari wujud bendanya. Sedangkan objek formal adalah objek yang bersifat khusus, dari segi apa objek material ditinjau. Objek material psikologi perkembangan adalah perilaku manusia atau kompleks dari gejala-gejala jiwa manusia. Sedangkan objek formalnya adalah perilaku manusia ditinjau berdasarkan proses perkembangan yang terjadi, sejak masa konsepsi sampai meninggal.

3. Metoda Psikologi Perkembangan

Metoda, tepatnya metoda ilmiah merupakan suatu prosedur untuk mencapai suatu tujuan, yaitu diperolehnya kebenaran ilmiah tentang objek yang dipelajari oleh ilmu. Untuk mempelajari gejala kejiwaan, metoda yang dipakai dalam psikologi perkembangan adalah  longitudinal method dan cross-sectional method. Longitudinal method merupakan metoda yang dilakukan dengan waktu yang relative lama, hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan dari tahun ketahun. Kelebihan metoda ini adalah bahwa suatu proses perkembangan dapat dipelajari secara teliti. Adapun kelemahan metoda longitudinal adalah lamanya waktu yang  diperlukan sehingga berdampak juga pada biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan. Cross-sectional method atau sering juga disebut  transversal method merupakan metoda penelitian yang dilakukan dengan mempelajari perilaku individu-individu dari tingkatan usia yang berbeda namun secara berurutan. Dengan mengambil sekelompok individu yang usianya berurutan diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai proses perkembangan yang terjadi pada setiap fase. Bisa saja apa yang diperoleh melalui metoda ini kurang bisa dipercaya tetapi metoda ini ditinjau dari segi waktu, biaya, dan tenaga lebih efisien dibanding dengan metoda longitudinal.

B. Peranan Psikologi Perkembangan dalam Pendidikan

1. Fakta-fakta Psikologis Peserta Didik

Fakta-fakta mengenai peserta didik, terutama fakta psikologis perlu bahkan harus dipahami oleh pendidik. Ditinjau dari segi psikologis, dapat diidentifikasi fakta-fakta psikologis peserta didik sebagai berikut.
  1. Peserta didik merupakan suatu kesatuan dari berbagai aspek (bio, psiko, sosio, spiritual dan juga kognitif, afektif, maupun psikomotorik).
  2. Peserta didik merupakan individu-individu yang memiliki berbagai potensi.
  3. Peserta didik merupakan individu-individu yang sedang tumbuh dan berkembang.
  4. Peserta didik merupakan makhluk yang aktif dan kreatif.
  5. Bahwa peserta didik memiliki sifat unik.

2. Mendidik Ditinjau dari Perspektif Perkembangan

Mendidik pada dasarnya adalah membantu perkembangan peserta didik agar berbagai potensi yang dimiliki peserta didik dapat berkembang secara optimal. Potensi-potensi positif peserta didik memerlukan stimuli dari lingkungannya. Tanpa stimuli maka berbagai potensi positif peserta didik sulit untuk berubah menjadi kemampuan nyata. Dalam konteks inilah kehadiran pendidik diperlukan. Agar stimuli ataupun bantuan yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik benar-benar bermakna, maka pendidik dituntut untuk memahami berbagai hal yang berhubungan dengan perkembangan peserta didik dan mampu menerapkannya dalam proses pendidikan.
Bersambung...

Nah sementara sampai disitu dulu pembahasan nya pada artikel kali ini, untuk materi selengkapnya bisa Anda unduh pada tautan di bawah :

Materi Kuliah Perkembangan Peserta Didik (PPD)  ( format .doc )

Terimakasih Anda telah membaca artikel kami yang berjudul Materi Kuliah Perkembangan Peserta Didik , diharapkan bisa menjadi sumber referensi bagi Anda mahasiswa JPOK pada khususnya. Semoga bermanfaat.    [ #049 ]


-----------
Baca juga artikel sebelumnya yang berjudul Materi Ilmu Faal Dasar [ Fisiologi Olahraga ]

Wednesday, 28 January 2015

Materi Kuliah Pencegahan dan Perawatan Cedera Olahraga [ PPC ]

11 comments :

Materi Kuliah Pencegahan dan Perawatan Cedera Olahraga [ PPC ]  - Setelah sebelumnya menulis artikel mengenai Materi Kuliah Ilmu Faal Dasar, kali ini kami mencoba berbagi materi kuliah lagi mengenai Pencegahan dan Perawatan Cedera Olahraga atau yang sering disebut PPC.

Pencegahan dan Perawatan Cedera Olahraga
Cedera sering dialami oleh seorang atlit, seperti cedera goresan, robek pada ligamen, atau patah tulang karena terjatuh. Cedera tersebut biasanya memerlukan pertolongan yang profesional dengan segera. Banyak sekali permasalahan yang dialami oleh atlit olahraga, tidak terkecuali dengan sindrom ini. Sindrom ini bermula dari adanya suatu kekuatan abnormal dalam level yang rendah atau ringan, namun berlangsung secara berulang-ulang dalam jangka waktu lama. Jenis cedera ini terkadang memberikan respon yang baik bagi pengobatan sendiri.

Tak ada yang menyangkal jika olahraga baik untuk kebugaran tubuh dan melindungi kita dari berbagai penyakit. Namun, berolahraga secara berlebihan dan mengabaikan aturan berolahraga yang benar, malah mendatangkan cedera yang membahayakan dirinya sendiri.

Ada beberapa hal yang menyebabkan cedera akibat aktivitas olahraga yang salah. Menurut Wijanarko Adi Mulya, pengurus PBSI (persatuan bulutangkis seluruh Indonesia) Jawa Timur, aktivitas yang salah ini karena pemanasan tidak memenuhi syarat, kelelahan berlebihan terutama pada otot, dan salah dalam melakukan gerakan olahraga. Kasus cedera yang paling banyak terjadi, biasanya dilakukan para pemula yang biasanya terlalu berambisi menyelesaikan target latihan atau ingin meningkatkan tahap latihan.

Cedera akibat berolahraga paling kerap terjadi pada atlet, tak terkecuali atlet senior. Biasanya itu terjadi akibat kelelahan berlebihan karena panjangnya waktu permainan (misalnya ada babak tambahan) atau terlalu banyaknya partai pertandingan yang harus diikuti.

Cara yang lebih efektif dalam mengatasi cedera adalah dengan memahami beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita memberikan respon terhadap cedera tersebut. Juga, akan dapat untuk memahami tubuh kita, sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera, bagaimana mendeteksi suatu cedera agar tidak terjadi parah, bagaimana mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional (memeriksakan diri ke dokter). 

A. Peran Olahraga dalam kaitannya dengan Cidera

Olahraga bertujuan untuk menyehatkan badan, memberikan kebugaran jasmani selama cara-cara melakukannya sudah dalam kondisi yang benar. Apakah semua macam olahraga bisa menimbulkan cedera?
Cedera yang dialami tergantung dari macamnya olahraga, misalnya olahrag sepak bola, tenis meja, balapan tentu memberikan resiko cedera yang berbeda-beda. Kegiatan olahraga sekarang ini telah benar-benar menjadikan bagian masyarakat kita, baik pada masyarakat atau golongan dengan sosial ekonomi yang rendah sampai yang paling baik. Telah menyadari kegunaan akan pentingnya latihan-latihan yang teratur untuk kesegaran dan kesehatan jasmani dan rohani. Seseorang melakukan olahraga dengan tujuan untuk mendapatkan kebugaran jasmani, kesehatan maupun kesenangan bahkan ada yang sekedar hobi, sedangkan atlit baik amatir dan profesional selalu berusaha mencapai prestasi sekurang-kurangnya untuk menjadi juara. Namun beberapa faktor yang mempunyai peran perlu diperhatikan antara lain :

a. Usia Kesehatan Kebugaran

Menurut pengetahuan yang ada pada saat ini, apa yang disebut proses degenerasi mulai berlangsung pada usia 30 tahun, dan fungsi tubuh akan berkurang 1% pertahun (Rule of one), ini berarti bahwa kekuatan dan kelentukan jaringan akan mulai berkurang akibat proses degenerasi, selain itu jaringan menjadi rentan terhadap trauma. Untuk mempertahankan kondisi agar tidak terjadi pengurangan fungsi tubuh akibat degenerasi, maka latihan sangat diperlukan guna mencegah timbulnya Atrofi, dengan demikian bahwa usia memegang peranan.

b. Jenis Kelamin

Sistem hormon pada tubuh manusia berbeda dengan wanita, demikian pula dengan bentuk tubuh, mengingat perbedaan dan perubahan fisik, maka tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua golonganusia atau jenis kelamin. Hal ini apabila dipaksakan, maka akan timbul cedera yang sifatnya pun juga tertentu untuk jenis olahraga tertentu

c. Jenis Olahraga

Kita tahu bahwa setiap macam olahraga, apapun jenisnya, mempunyai peraturan permainan tertentu dengan tujuan agar tidak menimbulkan cedera, peraturan tersebut merupakan salah satu mencegahnya.

d. Pengalaman Teknik Olahraga

Untuk melaksanakan olahraga yang baik agar tujuan tercapai perlu persiapan dan latihan antara lain :
o Metode atau cara berlatihnya. 
o Tekniknya agar tidak terjadi “over use”. 

e. Sarana atau Fasilitas

Walaupun telah diusahakan dengan baik kemungkinan cedera masih timbul akibat sarana yang kurang memadai

f. Gizi

Olahraga memerlukan tenaga untuk itu perlu gizi yzng baik, selain itu gizi menentukan kesehatan dan kebugaran.

Dalam ilmu kedokteran sangat jelas bahwa dengan olahraga yang teratur memegang peranan untuk memperoleh badan yang sehat, menghindari penyakit-penyakit seperti penyakit jantung, serta menunda proses-proses degeneratif yang tidak bisa dihindari oleh proses penuaan. Keadaan akan pentingnya serta keuntungan yang diakibatkan oleh olahraga adalah sesuai dengan perubahan-perubahan kondisi sosial dan ekonomibila kita menilai beragam olahraga, ada permainan-permainan tertentu yang bersifat kompetitif untuk dipertandingkan dimana masing-masing individu harus bisa mencapai prestasi maksimal untuk mencapai kemenangan, ini yang sering mengundang terjadinya cedera olahraga, namun dapat dihindari bila faktor-faktor penyebab serta peralatan olahraga tersebut diperhatikan.

Dalam cedera macam-macam pula derajat cederanya mulai dari yang ringan sampai yang sangat berat, karena faktornya: jenis kelamin, derajat cedera, ukuran tubuh, anatomi, kesegaran aerobik, kekuatan otot, kekuatan, kelemahan ligamen, kontrol motorik pusat, kejiwaan, kemampuan mental merupakan faktor-faktor dalam kecenderungan cedera.

B. Cedera dan Cedera Olahraga

Tujuan utama dalam mempelajari tentang cedera olahraga adalah supaya mahasiswa atau buru pendidikan jasmani mengetahui bagaimana menangani cedera olahraga dan bagaiman mencegahnya. Untuk tidak menjadi kabur tentang perbedaan banyak ragam jenis cedera maka perlu diberikan penjelasan tentang pengertian cedera, yaitu :

1. Cedera

Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian daripada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya, gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lama.
Dapat dipertegas bahwa hasil suatu tenaga atau kekuatan yang berlebihan dilimpahkan pada tubuh atau sebagian tubuh sehingga tubuh atau bagian tubuh tersebut tidak dapat menahan dan tidak dapat menyesuaikan diri.
Harus diingat bahwa setiap orang dapat terkena celaka yang bukan karena kegiatan olahraga, biarpun kita telah berhati-hati tetapi masih juga celaka, tetapibila kita berhati-hati kita akan bisa mengurangi resiko celaka tersebut.

2. Cedera Olahraga

Kegiatan olahraga yang sekarang terus dipacu untuk dikembangkan dan ditingkatkan bukan hanya olahraga prestasi atau kompetisi, tetapi olahraga juga untuk kebugaran jasmani secara umum. Kebugaran jasmani tidak hanya punya keuntungan secara pribadi, tetapi juga memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara. Oleh karena itu kegiatan olahraga sekarang ini semakin mendapat perhatian yang luas.
Bersamaan dengan meningkatnya aktivitas keolahragaan tersebut, korban cedera olahraga juga ikut bertambah. Sangat disayangkan jika hanya karena cedera olahraga tersebut para pelaku olahraga sulit meningkatkan atau mempertahankan prestasi.

Cedera Olahraga” adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena olahraga, sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh.

Cedera olahraga jika tidak ditangani dengan cepat dan benar dapat mengakibatkan gangguan atau  keterbatasan fisik, baik dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari maupun melakukan aktivitas olahraga yang bersangkutan. Bahkan bagi atlit cedera ini bisa berarti istirahat yang cukup lama dan mungkin harus meninggalkan sama sekali hobi dan profesinya. Oleh sebab itu dalam penaganan cedera olahraga harus dilakukan secara tim yang multidisipliner.

Cedera olahraga dapat digolongkan 2 kelompok besar : 
  1. Kelompok kerusakan traumatik (traumatic disruption) seperti : lecet, lepuh, memar, leban otot, luka, “stram” otot, “sprain” sendi, dislokasi sendi, patah tulang, trauma kepala-leher-tulang belakang, trauma tulang pinggul, trauma pada dada, trauma pada perut, cedera anggota gerak atas dan bawah. 
  2. Kelompok “sindroma penggunaan berlebihan” (over use syndromes), yang lebih spesifik yang berhubungan dengan jenis olahraganya, seperti : tenis elbow, golfer’s elbow swimer’s shoulder, jumper’s knee, stress fracture pada tungkai dan kaki.

C. Macam Cedera Olahraga

Didalam menangani cedera olahraga (sport injury) agar terjadi pemulihan seorang atlit untuk kembali melaksanakan kegiatan dan kalau perlu ke prestasi puncak sebelum cedera.

Kita ketahui penyembuhan penyakit atau cedera memerlukan waktu penyembuhan yang secara alamiah tidak akan sama untuk semua alat (organ) atau sistem jaringan ditubuh, selain itu penyembuhan juga tergantung dari derajat kerusakan yang diderita, cepat lambat serta ketepatan penanggulangan secara dini.

Dengan demikian peran seseorang yang berkecimpung dalam kedokteran olahraga perlu bekal pengetahuan mengenai penyembuhan luka serta cara memberikan terapi agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah, sehingga penyembuhan serta pemulihan fungsi, alat dan sistem anggota yang cedera dapat dicapai dalam waktu singkat untuk mencapai prestasi kembali, maka latihan untuk pemulihan dan peningkatan prestasi sangat diperlukan untuk mempertahankan kondisi jaringan yang cedera agar tidak terjadi penecilan otot (atropi).

Agar selalu tepat dalam menangani kasus cedera maka sangat diperlukan adanya pengetahuan tentang macam-macam cedera.
Bersambung...

Oke mungkin sampai di situ dulu pembahasan Materi Pencegahan dan Perawatan Cedera Olahraga pada artikel kali ini, untuk materi selengkapnya bisa Anda unduh di tautan di bawah :

Modul Pencegahan dan Perawatan Cedera Olahraga  ( format .doc )

Terimakasih Anda telah membaca artikel kami tentang  Materi Kuliah Pencegahan dan Perawatan Cedera Olahraga. Semoga bermanfaat.    [#049]

Sunday, 25 January 2015

Materi Ilmu Faal Dasar [ Fisiologi Olahraga ]

11 comments :
Ilmu Faal Dasar - [www.penjas14uns.co.vu]
Materi Ilmu Faal Dasar [ Fisiologi Olahraga ] | Oke langsung saja tidak usah basa basi, kali ini kami akan sedikit berbagi materi semester 2 tentang Fisiologi Olahraga atau Ilmu Faal Olahraga. Untuk  dapat  memahami Ilmu Faal Olahraga, lebih dulu harus mengenal Ilmu Faal pada umumnya atau yang sering diistilahkan dengan Ilmu Faal Dasar. Dalam Ilmu Faal Dasar dipelajari fungsi atau cara kerja organ-organ tubuh serta perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh dari dalam maupun dari luar tubuh. Pengaruh itu dapat terjadi secara sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Misalnya bagaimana jantung dan paru melaksanakan fungsinya masing-masing di waktu istirahat dan di waktu berolahraga. Demikian pula bagaimana perubahan yang terjadi bila melakukan olahraga di tempat panas dan bagaimana pula bila melakukan olahraga yang sama di tempat dingin. Pada Ilmu Faal Olahraga akan dipelajari perubahan-perubahan fungsi organ-organ baik yang bersifat sementara maupun yang bersifat menetap karena pengaruh melakukan pelatihan olahraga baik untuk tujuan kesehatan maupun untuk tujuan prestasi. Oleh karena itu dalam pembahasan kali ini dikemukakan sistema-sistema yang terdapat didalam tubuh untuk memudahkan pemahaman terhadap Ilmu Faal Olahraga.

STRUKTUR ORGANISASI BIOLOGIK

Ilmu Faal Dasar - [www.penjas14uns.co.vu]
Unsur kehidupan terkecil adalah sel. Satu sel dapat merupakan kehidupan yang mandiri misalnya protozoa (amoeba) atau merupakan bagian dari kehidupan yang lebih kompleks, misalnya pada manusia. Struktur organisasi biologik manusia terdiri atas unsur kehidupan terkecil yaitu sel, yang meliputi bermacam-macam sel.  Ilmu yang mempelajari sel disebut sebagai Sitologi (Cytologi), sedangkan Ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi bangunan-bangunan intraseluler disebut sebagai Biologi (Anatomi dan Fisiologi)  Molekular.    Sel-sel sejenis bergabung membentuk jaringan misalnya jaringan  epitel, jaringan ikat, jaringan tulang,  jaringan  otot dan jaringan saraf.  Ilmu yang membahas jaringan disebut sebagai Histologi. Berbagai jaringan bergabung membentuk alat (organ) tubuh, misalnya paru, hati, ginjal. Jantung misalnya adalah organ tubuh yang terdiri dari jaringan otot jantung, jaringan ikat, jaringan pembuluh darah , jaringan syaraf. Masing-masing organ tubuh mempunyai fungsi khusus.  Ilmu yang membahas struktur dan fungsi organ disebut sebagai Anatomi dan Fisiologi Organ.  Berbagai organ tubuh  membentuk jalinan kerja sama satu dengan yang lain membentuk satu sistema, misalnya sistema respirasi yang berfungsi mengambil O2 yang diperlukan untuk proses pembentukan daya (energi) di dalam sel-sel tubuh dan membuang CO2 yang merupakan sampah akhir yang berbentuk gas. Sistema respirasi melibatkan organ-organ: rongga dada, otot-otot pernafasan, paru dan saluran nafas (hidung-mulut, trachea-bronchi-bronchioli). Keseluruhan sistema ini dengan masing-masing fungsinya bergabung menjadi organisme yaitu makhluk hidup yang mandiri. Dengan demikian maka struktur organisasi biologik manusia terdiri dari :

Sel → Jaringan → Organ → Sistema → Organisme (Manusia)
Dilihat dari struktur biologik tersebut sangat mudah difahami bahwa derajat kesehatan sel menentukan  kualitas fungsional atau vitalitasnya, yang dengan sendirinya akan menentukan derajat kesehatan, kualitas hidup dan vitalitas kehidupan individu yang bersangkutan. Dilihat dari sudut Ilmu Faal,  khususnya Ilmu Faal Olahraga,  hakekat pelatihan olahraga adalah meningkatkan kemampuan fungsional sel, yang dengan sendirinya berarti juga meningkatkan kemampuan fungsional individu (manusia) yang bersangkutan. Pelatihan juga harus bersifat fisiologis, artinya dari sudut pandang sel, pelatihan tidak boleh menyebabkan terjadinya gangguan  fungsional sel, yang berarti tidak boleh ada gangguan  homeostasis  yang melebihi batas-batas fisiologis, dan perubahan kondisi  homeostasis  sudah harus pulih dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Dengan demikian pelatihan pada hari-hari berikutnya selalu berlandaskan kondisi fisik yang normal (fisiologis). Inilah hakekat dari pelatihan yang fisiologis dan inilah pula kepentingannya memahami Ilmu Faal Dasar, sebelum mempelajari Ilmu Faal Olahraga !

SISTEMATIKA ANATOMIK

Telah diketahui bahwa tubuh, dalam hal ini jasmani atau raga tersusun dari sekumpulan struktur-struktur (organ) dalam ikatan kerja-sama yang secara anatomis disebut sebagai sistema, dan terdiri dari Sistema :
  • Skelet = kerangka
  • Muscular = otot
  • Nervorum = syaraf
  • Hemo–hidro-limfatik = darah-cairan jaringan-getah bening
  • Respirasi = pernafasan
  • Kardiovaskular = jantung – pembuluh darah
  • Termoregulasi = Tata suhu tubuh
  • Digestivus = pencernaan
  • Exkresi = pembuangan
  • Endokrin = hormon
  • Sensoris = pengindera
  • Reproduksi = pemulih generasi.

Ilmu Faal Dasar membahas fungsi (fisiologi) satuan-satuan sistema tersebut di atas secara tersekat-sekat, belum membahas tata hubungan fungsionalnya secara integral.  Dalam kondisinya yang tersekat-sekat memang sulit untuk dapat menghubung-hubungkannya menjadi bahasan yang integral. Oleh karena itu Ilmu Faal mengelompokkan sistema-sistema Anatomik tadi ke dalam Sistematika Fisiologik seperti diuraikan di bawah ini. Hal ini diperlukan untuk dapat memudahkan memahami tata hubungan fungsional antar berbagai sistema anatomik tersebut di atas.

SISTEMATIKA FISIOLOGIK

Setelah mengenali struktur-struktur anatomis secara sistematis beserta masing-masing fungsinya, maka menjadi lebih mudah untuk memahami fungsi dari struktur-struktur tersebut serta tata hubungan fungsionalnya. Fungsi jasmani yang terdiri dari berbagai macam sistema itu ialah untuk bergerak, mempertahankan hidup,  bekerja, mendapatkan kepuasan hidup lahir dan batin. Oleh karena itu jasmani dapat disebut sebagai satu SISTEMA (untuk) KERJA = SK atau ERGOSISTEMA = ES (ergo = kerja).  Jadi  Ergosistema  adalah sekumpulan struktur-struktur anatomis yang secara bersama-sama menjadi satu kesatuan fungsional (fisiologis) yang aktif pada waktu bekerja atau berolahraga. Dalam  menjalankan fungsinya sebagai satu ergosistema, sistema-sistema anatomis tersebut secara fisiologis dikelompokkan menjadi tiga kelompok dan jadilah Sistematika Fisiologik yaitu:
A. Perangkat Pelaksana gerak, disebut Ergosistema Primer (ES-I) atau Sistema Kerja Primer (SK-I) yang terdiri dari:
  • Sistema skelet
  • Sistema muscular
  • Sistema nervorum

B. Perangkat Pendukung gerak, disebut Ergosistema Sekunder (ES-II) atau Sistema Kerja Sekunder (SK-II) yang terdiri dari:
  • Sistema hemo-hidro-limfatik
  • Sistema respirasi
  • Sistema kardiovaskular

C. Perangkat Pemulih/Pemelihara, disebut Ergosistema Tersier (ES-III) atau Sistema Kerja Tersier (SK-III) yang terdiri dari:
  • Sistema digestivus
  • Sistema exkresi
  • Sistema reproduksi

ES-III ini berperan lebih dominan pada istirahat. Pada waktu bekerja atau berolahraga, Ergosistema yang berperan dominan adalah ES-I dan ES-II. Sistema endokrin berfungsi sebagai regulator internal yang bersifat humoral. Sedangkan sistema sensoris berfungsi sebagai komunikator external maupun internal. Sistema Termoregulasi berfungsi menata suhu tubuh. Ketiga sistema tersebut terakhir tidak hanya berperan pada masa pemulihan/istirahat, tetapi bahkan berperan lebih penting dalam olahraga. Seluruh  Ergosistema tersebut  diatas  secara terkoordinasi mempunyai satu tujuan akhir yang sama yaitu  berusaha  memelihara homeostasis pada istirahat maupun pada kerja/ olahraga.
Bersambung......

Yak baik ! Mungkin sampai di situ dulu pembahasan Materi Ilmu Faal Dasar pada artikel kali ini, untuk materi selengkapnya bisa Anda unduh di tautan di bawah :
  • Modul Faal Dasar 1 (format .pdf)   -  Download
  • Modul Faal Dasar 2 (format .ppt)   -  Download 
  • Modul Faal Dasar 3 (format .doc)   -  Download 
NB : Ketiga modul di atas berbeda, jadi bagi Anda yang hanya ingin mendownload salah satu boleh, semuanya juga boleh (disarankan)
Oke terimakasih Anda telah membaca artikel kami tentang  Materi Ilmu Faal Dasar [ Fisiologi Olahraga ]. Semoga bermanfaat.    [#049]

Friday, 23 January 2015

Hanya Mahasiswa Yang Begini

7 comments :
Dialog Khas MahasiswaSetelah sebelumnya kami bahas mengenai Slogan Khas Mahasiswa, kali ini akan kami suguhkan kepada Anda beberapa Dialog Khas Mahasiswa yang pastinya gokil dan kocak. Semua berdasarkan kisah nyata dengan sedikit perubahan. Langsung saja di simak mulai dari :

 1. Dosen yang sangat jenius

Pada suatu mata kuliah matematika di sebuah perguruan tinggi negeri yang terkenal di dunia, seorang dosen prof. sedang mengajar tentang teori matematikanya, dosen tersebut menerangkan dengan seksama dan sejelas jelasnya, suasana kuliah hening dan menyeramkan, tiba-tiba lonceng kampus berbunyi tanda berakhirnya mata kuliah matematika. Tiba-tiba di tengah keheningan kelas seorang mahasiswa berdiri dan memberi tepuk tangan kepada dosen, semua mahasiswa dan mahasisiwi tercengang melihatnya.

Mahasiswa : "Luar biasa" (sambil tepuk tangan)
Dosen : "Anda yang berdiri! Mengapa Anda bertepuk tangan dan berdiri?"
Mahasiswa : "Saya sangat takjub dengan teori dan metode yang bapak kemukakan, bahkan anda lebih hebat dari penemu rumus matematika di dunia."
Dosen : (mendengar pernyataan itu dosen tersenyum dan kaget) "Terima kasih.
karena mata kuliah berakir kita berjumpa lagi minggu depan."
……
Sesampainya di rumah dosen pun memikirkan apa perkataan mahasiswanya, apakah benar dia sehebat itu, bahkan dari Aristoteles ataupun Einstein sekalipun, sang dosen penasaran dan senyum senyum bangga, ingin bertanya jawab lagi dengan mahasiswanya minggu depan.
…….
Pertemuan berikutnya, dengan besar kepala dan senyuman, sang dosen mengajar di kelas matematika tersebut dan langsung melontarkan pertanyaan kepada mahasiswanya yang telah memberinya tepuk tangan minggu lalu,
 
Dosen : "Anda yang bertepuk tangan minggu lalu, silahkan berdiri, mengapa anda memberi penyataan seperti minggu lalu."
Mahasiswa : "Benar pak, saya membaca artikel bahwa pemikiran Aristoteles hanya bisa di pahami oleh 5 orang saja di seluruh dunia ini, sedangkan teori yang bapak kemukakan tidak satupun dari seluruh mahasiswa di kampus ini yang memahami. Bapak begitu luar biasa."
Dosen : "???????!!!!!!!!!!"

2. Tanya Jawab

Dosen : “Mi'un..! coba kamu jawab, siapa itu Alexander Graham Bell..?”
Mi'un : “Tidak tau Pak…”.
Dosen : “Kalo James Watt, siapa dia..?”
Mi'un : “Tidak tau juga Pak..”
Dosen : “Mi'un ! Bagaimana sih kamu ini? ditanya ini itu pasti jawab tidak tau… Tidak pernah belajar kah?”
Mi'un : “Belajar tu Pak… coba aja yg ditanya Bapak, tau ndak siapa Arifin Widodo..?”
Dosen : “Tidak tau…”
Mi'un : “Kalau Bambang Setiono Bpk tau?”
Dosen : “Tidak tau… Emang siapa mereka itu..?”
Mi'un : “Yaa itulah Pak…, kita kan pasti punya kenalan sendiri-sendiri..”
Dosen : **????

PJKR